Selasa, 02 Juli 2013

Cubesat, hanya 10 cm, bisa memotret Bumi dalam bentang 3-5 meter.

Pencitraan gambar beresolusi tinggi dari satelit komersil terbilang sangat mahal. Di sisi lain, karena satelit itu menggunakan gambar resolusi tinggi dan teknologi yang bisa mencitrakan wilayah dalam bentangan satuan meter, butuh waktu beberapa hari untuk mendapatkan hasil tangkap gambar dari satelit itu. Sedangkan, satelit milik pemerintahan biasanya memberikan pencitraan Bumi dengan resolusi yang rendah, rincian gambarnya hanya mencakup bentangan puluhan sampai ratusan meter. Nah, kini satu perusahaan asal San Francisco memberikan alternatif. Planet Labs berencana meluncurkan 28 satelit mini ke sekitar orbit Bumi, yang dijadwalkan meluncur Desember nanti, dilansir Technology Review, 2 Juli 2013. Perusahaan itu menawarkan jasa potret wilayah Bumi sampai berkali-kali, sehingga dapat melacak kemacetan lalu lintas serta penebangan hutan secara real-time. Secara teknologi, satelit besutan Planet Labs ini akan menggunakan resolusi moderat, memotret objek dalam bentangan 3-5 meter. Memang cakupannya cukup kecil, tapi dengan 28 jumlah satelit, memungkinkan rombongan satelit itu dapat berkali-kali mengambil gambar. Soal frekuensi pengambilan gambar, pihak Planet Labs belum memastikan, namun disebutkan sangat menjanjikan. "Satelit akan menjadi suatu industri yang tidak dimiliki saat ini," kata Pendiri Planet Labs, Robbie Schingler, yang juga mantan Kepala Staf Office of the Chief Technologist NASA. Planet Labs menjanjikan waktu pencitraan cepat, pembaharuan peta online yang lebih sering, dan pemantauan lingkungan yang lebih baik dari yang pernah ada sebelumnya. "Kami bisa melacak penebangan hutan atau lapisan es yang mencair," jelas Will Marshall, yang juga turut mendirikan perusahaan. Menambah jumlah satelit bisa saja dilakukan mengingat satelit berukuran mini dan harganya sangat murah. Desain satelit menggunakan kotak lebar 10 cm yang disebut CubeSat, modul standar yang dilengkapi dengan instrumen dan diluncurkan ke ruang angkasa, baik secara mandiri maupun bersama-sama. Planet Labs sudah menguji peluncuran satelit pada April lalu. Satelit itu disebut Dove 1 dan Dove 2, masing-masing terdiri dari dua atau tiga Cubesat. Pada November nanti akan diluncurkan tiga satelit lagi. Desember nanti, Planet Labs akan meluncurkan 28 satelit di konstelasi baru bersama dengan roket Antares, peluncur baru yang dibangun perusahaan asal Virginia, Orbital Sciences Corporation. Setelah diluncurkan, satelit akan membentuk cincin miring sekitar Bumi dan akan mengorbit pada ketinggian 400 km dengan didukung panel surya. Satelit itu akan mengirimkan gambar ke dua stasiun di AS dan satu stasiun di Inggris, sehingga data bisa langsung diolah menjadi aplikasi atau semacamnya. "Jika terjadi sesuatu, seperti api atau kebakaran besar, es mencair, kami punya pencitraan yang segar untuk bisa dibagi," ujar Schingler. Sayang, tidak semua satelit menggunakan sistem propulsi—sistem pendorong, dan harus tinggal di orbit selama dua sampai lima tahun sebelum kehilangan kecepatan dan jatuh ke Bumi. Tapi, karena harga satelit yang relatif murah dari satelit pada umumya yang mencapai ratusan juta dolar, membuat umur satelit tidak menjadi soal. Namun, tidak disebutkan berapa rincian harga satelit. Planet Labs hanya menggambarkan keuntungan yang didapatkan, yaitu mencapai US $13,1 juta, setara Rp129,7 miliar.

Cubesat, hanya 10 cm, bisa memotret Bumi dalam bentang 3-5 meter.

Pencitraan gambar beresolusi tinggi dari satelit komersil terbilang sangat mahal. Di sisi lain, karena satelit itu menggunakan gambar resolusi tinggi dan teknologi yang bisa mencitrakan wilayah dalam bentangan satuan meter, butuh waktu beberapa hari untuk mendapatkan hasil tangkap gambar dari satelit itu. Sedangkan, satelit milik pemerintahan biasanya memberikan pencitraan Bumi dengan resolusi yang rendah, rincian gambarnya hanya mencakup bentangan puluhan sampai ratusan meter. Nah, kini satu perusahaan asal San Francisco memberikan alternatif. Planet Labs berencana meluncurkan 28 satelit mini ke sekitar orbit Bumi, yang dijadwalkan meluncur Desember nanti, dilansir Technology Review, 2 Juli 2013. Perusahaan itu menawarkan jasa potret wilayah Bumi sampai berkali-kali, sehingga dapat melacak kemacetan lalu lintas serta penebangan hutan secara real-time. Secara teknologi, satelit besutan Planet Labs ini akan menggunakan resolusi moderat, memotret objek dalam bentangan 3-5 meter. Memang cakupannya cukup kecil, tapi dengan 28 jumlah satelit, memungkinkan rombongan satelit itu dapat berkali-kali mengambil gambar. Soal frekuensi pengambilan gambar, pihak Planet Labs belum memastikan, namun disebutkan sangat menjanjikan. "Satelit akan menjadi suatu industri yang tidak dimiliki saat ini," kata Pendiri Planet Labs, Robbie Schingler, yang juga mantan Kepala Staf Office of the Chief Technologist NASA. Planet Labs menjanjikan waktu pencitraan cepat, pembaharuan peta online yang lebih sering, dan pemantauan lingkungan yang lebih baik dari yang pernah ada sebelumnya. "Kami bisa melacak penebangan hutan atau lapisan es yang mencair," jelas Will Marshall, yang juga turut mendirikan perusahaan. Menambah jumlah satelit bisa saja dilakukan mengingat satelit berukuran mini dan harganya sangat murah. Desain satelit menggunakan kotak lebar 10 cm yang disebut CubeSat, modul standar yang dilengkapi dengan instrumen dan diluncurkan ke ruang angkasa, baik secara mandiri maupun bersama-sama. Planet Labs sudah menguji peluncuran satelit pada April lalu. Satelit itu disebut Dove 1 dan Dove 2, masing-masing terdiri dari dua atau tiga Cubesat. Pada November nanti akan diluncurkan tiga satelit lagi. Desember nanti, Planet Labs akan meluncurkan 28 satelit di konstelasi baru bersama dengan roket Antares, peluncur baru yang dibangun perusahaan asal Virginia, Orbital Sciences Corporation. Setelah diluncurkan, satelit akan membentuk cincin miring sekitar Bumi dan akan mengorbit pada ketinggian 400 km dengan didukung panel surya. Satelit itu akan mengirimkan gambar ke dua stasiun di AS dan satu stasiun di Inggris, sehingga data bisa langsung diolah menjadi aplikasi atau semacamnya. "Jika terjadi sesuatu, seperti api atau kebakaran besar, es mencair, kami punya pencitraan yang segar untuk bisa dibagi," ujar Schingler. Sayang, tidak semua satelit menggunakan sistem propulsi—sistem pendorong, dan harus tinggal di orbit selama dua sampai lima tahun sebelum kehilangan kecepatan dan jatuh ke Bumi. Tapi, karena harga satelit yang relatif murah dari satelit pada umumya yang mencapai ratusan juta dolar, membuat umur satelit tidak menjadi soal. Namun, tidak disebutkan berapa rincian harga satelit. Planet Labs hanya menggambarkan keuntungan yang didapatkan, yaitu mencapai US $13,1 juta, setara Rp129,7 miliar.

Rabu, 12 Juni 2013

Google Terancam Diblokir di Pakistan

Google


Pakistan menuntut Google cabut video penghina Islam di Youtube.



Pemerintah Pakistan mengancam akan memblokir Google jika tidak segera menghapus video yang menghina Islam di salah unit perusahaannya, Youtube. Situs berbagi video itu sendiri telah diblokir sejak sembilan bulan lalu di Pakistan akibat menolak mencabut film tersebut.

Diberitakan Daily Mail, Selasa 11 Juni 2013, Menteri Teknologi Informasi Pakistan Anusha Rahman menegaskan bahwa Youtube tetap akan diblokir sampai video penistaan Islam berjudul Innocence of Muslim dan pornografi masih terpampang di situs itu.

Rahman berjanji akan segera mencabut pemblokiran jika Youtube mau menghapusnya. "Kami siap mengeluarkan dana tambahan apabila diperlukan dan melakukan apa pun yang kami mampu untuk membuat Youtube dapat diakses kembali. Namun semua itu harus sesuai dengan nilai etis yang dipegang teguh oleh warga Pakistan," imbuh Rahman.

Rahman mengatakan bahwa pihaknya masih akan terus bernegosiasi dengan Google terkait masalah ini. Pemblokiran terhadap Google adalah alternatif terakhir apabila kesepakatan tidak tercapai di antara keduanya.

"Itu semua tergantung dari kekuatan negosiasi kami. Apabila mereka tetap bersikeras dengan sikap mereka, maka kami akan memblokir Google di Pakistan sebagai langkah terakhir," kata dia.

Dia mengaku tidak takut memblokir Google, karena masih banyak situs pencari lainnya. Namun Rahman mengatakan tidak akan terburu-buru untuk melepas pemblokiran terhadap Youtube.

Kemunculan film The Innocence of Muslim menuai kontroversi dan protes besar-besaran tahun 2012 kemarin. Demonstrasi di 20 negara berakhir ricuh dan menewaskan 50 orang September tahun lalu.

Youtube ikut diblokir di beberapa negara termasuk Iran, Pakistan dan Afganistan. Youtube akhirnya mematikan akses pada film tersebut untuk beberapa negara karena dianggap melanggar hukum. Di antaranya adalah Mesir, Libya dan Indonesia.

Google Beli Waze, Pengembang Aplikasi Anti Macet

Waze, salah satu aplikasi yang wajib dipunyai pengendara

Aplikasi itu akan terintegrasi dengan Google Maps. Canggih.



Google akhirnya menyelesaikan akuisisi perusahaan aplikasi navigasi sosial asal Israel, Waze.

Google mengalahkan rivalnya, Apple dan Facebook, pada akuisisi Waze, dilansir Business Insider, Rabu 12 Juni 2013.

Nilai pembelian secara rinci tidak disebutkan, tapi berbagai laporan menyebutkan Waze dibeli perusahaan Internet raksasa itu dengan banderol US$1 Miliar, setara Rp9,8 triliun.

Dalam kesepakatan itu, Google tetap memperbolehkan tim Waze bekerja secara mandiri di Israel. Beda dengan tawaran dari Facebook. Jika Waze jadi dibeli raksasa sosial media buatan Zuckerberg itu, tim Waze harus pindah ke Silicon Valley, markas Facebook.

Alasan kemandirian itulah yang membuat CEO Waze, Noam Bardin, lebih rela melepas perusahaannya ke Google. Selain bisa tetap mandiri, akuisisi itu mencegah Waze go public.

Dalam blog resminya, Google mengumumkan secara resmi akuisisi Waze.

"Untuk membantu Anda menyiasati problem lalu lintas, saat ini dengan sangat senang hati kami mengumumkan bahwa kami telah mengakuisisi Waze. Platfrom yang tumbuh pesat ini diharapkan bekerja sama untuk menemukan rute terbaik dari rumah menuju tempat bekerja setiap hari," tulis Google.

Beberapa fitur update lalu lintas Waze itu dapat meningkatkan pengalaman Google Maps, juga menambah kemampuan pencarian Google.

Dampak terhadap Android

Aplikasi navigasi Waze itu juga diperkirakan berdampak besar bagi pengguna Android. Cnet melansir, aplikasi itu dapat meningkatkan penggunaan aplikasi bagi komuter baik di jalanan, sepeda, bis atau saat di mobil.

Waze memiliki fitur terbaik, yaitu notifikasi real-time yang menjadi pentunjuk soal kecelakaan, puing di jalanan, lubang atau kontruksi jalan, sampai informasi acara tertentu sepanjang rute perjalanan pengguna.

Dengan demikian, perjalanan pengguna bisa jadi semakin efisien, bisa menempuh rute alternatif dan bisa segera sampai tempat tujuan dengan nyaman.

Uniknya, Google dapat menggunakan layanan Waze untuk memberikan informasi update harga BBM.


Tampilan aplikasi Waze pada iPhone

Google Now

Untuk layanan ini, peringatan Waze dapat memberikan notifikasi waktu yang tepat kapan Anda pergi dari suatu tempat, setelah melihat update lalu lintas juga informasi cuaca.

Saat mengemudi, pengguna Android juga bisa memanfaatkan layanan Waze.

Waze bekerja secara pasif mengukur GPS pengemudi, kecepatan, dan rute. Sementara secara aktif dapat ditampilkan saat pengguna membutuhkan.

Dalam mode ini, Waze yang terpadu dengan pemetaan Android berfungsi tak hanya memperingatkan permukaan jalan, tetapi secara dinamis mengubah rute.

Untuk tidak mengganggu aktivitas mengemudi, Waze juga dilengkapi fitur Google Voice Search. Jadi, pengguna bisa melakukan pencarian suatu tempat, lokasi, atau informasi tertentu cukup dengan suara.

Layanan ini juga berguna untuk berbagi informasi terkait kecepatan, kecelakaan atau keadaan bahaya, dengan integrasi dengan Google+.

Rapunzel, Sindrom Aneh Ngemil Rambut Sendiri


Doyan ngemil, sebenarnya bukan sesuatu yang aneh. Asalkan yang dikonsumsi merupakan makanan sehat. Namun, seorang bocah asal India ini justru hobi menjadikan rambutnya sendiri sebagai camilan. Dokter menemukan gumpalan rambut sepanjang 1,5 meter di dalam perutnya.

Awalnya, Sukanya nama gadis tersebut mengeluh sakit perut. Ia kemudian dibawa ke Asian Institute of Medical Sciences (AIMS) oleh orang tuanya. Namun, secara mengejutkan dokter mengatakan bahwa ada bola rambut yang bersemayam di dalam perutnya.

"CT Scan menunjukkan terdapat sebuah massa besar rambut di dalam tubuhnya," ujar Dr Parabal Roy, konsultan senior di Asian Institute of Medical Sciences, seperti dilansir ndtv. Dokter mengatakan bahwa bocah asal New Delhi tersebut telah memakan rambutnya sendiri hingga akhirnya membentuk gulungan yang mengisi seluruh perut dan ususnya.

Rambut tersebut juga telah memotong dinding usus hingga mengancam hidupnya. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut Rapunzel Sindrome. Kondisi di mana pasien memiliki kecenderungan untuk menarik rambut mereka dan menelannya.

Penyakit yang terbilang langka ini membuat penderita berkeinginan tinggi untuk memakan rambut (trichophagia), yang terkadang juga dihubungkan dengan gangguan menarik-narik rambut sendiri atau disebut trichotillomania.

Namun, karena rambut memiliki materi yang tidak dapat dipecah oleh sistem pencernaan manusia, jika dimakan terus menerus dapat menyumbat sistem pencernaan.

sumber: http://life.viva.co.id/news/read/419737-rapunzel--sindrom-aneh-ngemil-rambut-sendiri

5 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mata

Mata



Berapa jam waktu yang Anda habiskan di depan komputer dalam sehari? Belum lagi menonton televisi di rumah. Beberapa kebiasaan buruk kerap muncul dari dua kegiatan tersebut, tanpa disadari. Melihat dengan jarak dekat atau juga mengucek mata karena merasa lelah. 

Meski sepele, kebiasaan tersebut mempengaruhi penurunan kesehatan mata. Padahal memelihara mata merupakan investasi penting dalam kelangsungan hidup. Sama halnya dengan jantung, hati, atau otak. Seperti dilansir Times of India, berikut beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk memiliki penglihatan yang sehat.

Asupan gizi

Mengonsumsi ikan minimal dua kali seminggu adalah cara mudah menjaga kesehatan mata. Ini juga cara menghindari dehidrasi dan penglihatan lebih tajam. Manfaat ini diberikan oleh asam lemak omega-3, lutein, dan zeaxanthin yang dibutuhkan mata. Selain ikan, Anda dapat menambahkan konsumsi makanan yang kaya akan beta karotin seperti wortel, aprikot, dan blueberry. 

Mengedip

Mengedipkan mata adalah olahraga ringan untuk mengendurkan saraf mata. Selain itu juga menjaga mata tetap bersih, menghilangkan debu serta kotoran yang menempel. Sebuah studi menyarankan Anda untuk melakukan latihan mengedipkan mata  selama tiga kali dalam empat detik. Terutama bagi Anda yang banyak bekerja di depan komputer.

Relaksasi

Anda dapat menggosokkan kedua telapak tangan untuk menciptakan efek hangat, kemudian meletakkannya pada mata sambil menggosoknya perlahan. Metode ini membantu relaksasi mata dan menghindari noda debu pada mata. 

Sinat matahari cukup

Sinar matahari tidak hanya dibutuhkan tulang, tapi juga mata. Sinar tersebut membantu meningkatkan kesehatan mata dan pupil dengan meregangkan otot-otot mata yang tegang.

Pijat kepala

Memijat kepala sekali seminggu dengan minyak esensial dapat meningkatkan gelombang beta di otak bagian depan. Ini juga membantu penglihatan jadi lebih fokus.

Terbang Seperti Iron Man Tak Cuma Fantasi

Kostum Iron Man

Dengan pakaian khusus, orang bisa melompat dari orbit luar Bumi.



Terbang seperti Iron Man saat ini mungkin hanya cerita fiksi yang terjadi dalam Film. Tapi, dengan perkembangan teknologi, orang biasa bisa melakukan aksi Iron Man dari ketinggian dekat ruang angkasa dengan baju itu.

Seperti dikutip Dailymail, Sabtu 25 Mei 2013, perusahaan ruang angkasa asal Baltimore, AS, Solar System Express, dan perusahaan desain biomedik, Juxtopia, sedang mengembangkan sebuah pakaian khusus luar angkasa yang mereka sebut RL Mark VI.
Dengan pakaian itu, orang bisa melompat dari orbit luar Bumi. Hebatnya lagi, baju itu nantinya didesain untuk melompat dari ruang angkasa, sehingga bisa mendarat di Bumi tanpa menggunakan parasut.

Roket sepatuDua perusahaan itu meniru pelompat ekstrem, Felix Baumgartner. Pada Oktober tahun lalu, Baumgartner melompat dari atas ketinggian 38.969 meter dari permukaan tanah. Setelah terjun bebas 4 menit 19 detik, ia membuka parasutnya sampai bisa mendarat ke Bumi.

Sebagai uji coba MARK VI, tim dari Solar System Express dan Juxtopia menggunakan dengan cara Baumgartner melompat.

Bedanya, baju MARK VI itu dilengkapi dengan teknologi sky diving dengan mesin aerospike kecil yang menempel di sepatu. Mesin ini semacam roket sepatu.

Mesin inilah yang akan membuat pelompat bisa meluncur, bergerak serta mendarat tanpa bantuan parasut.

Desain baju ini juga dilengkapi dengan fasilitas canggih, kacamata augmented reality (AR). Prinsip kerja kacamata ini mirip dengan Google Glass.

Kacamata itu dapat memberi informasi ketinggian, tingkat akselerasi, lokasi menggunakan GPS, dan radar Federal Aviation Administration, serta data lintasan selama melompat.

Bahkan, perangkat itu dapat menunjukkan denyut jantung, suhu, dan merespons perintah suara dengan menyaring suara mesin serta angin. Canggihnya, kacamata itu juga dapat memberitahu jika ada masalah pada sepatu yang mengganggu proses pendaratan.

Sayangnya, kacamata ini tidak ada fasilitas mode video seperti Google Glass. Sebagai gantinya, kacamata ini menggunakan teknologi Optical See Through yang sama fungsinya dengan Head Up Display pada pilot jet tempur.

Solar System Express akan menguji dua metode pendaratan ini. Pertama, akan mencoba metode feet-down, dengan memanfaatkan tendangan mesin aerospike dari ketinggian sekitar 100 meter.

Metode kedua, yaitu cara yang sama digunakan Tony Stark, pemeran utama pada Iron Man, yaitu menggunakan tenaga sayap pakaian yang berfungsi untuk melambatkan lompatan.

Dengan cara itu, pelompat ruang angkasa bisa mengatur posisi tegak dalam ketinggian sepuluh meter di atas tanah sebelum menyalakan pendorong. Dalam uji coba pertama, masih akan digunakan parasut tradisional.

Selanjutnya, Solar System Express akan menguji metode pendaratan sepenuhnya pada Juli 2016. Dengan uji coba itu, diharapkan pada akhir 2016, baju RL Mark VI bisa diproduksi. 

Colossus, Teleskop Raksasa Pendeteksi Alien

UDFj-39546284, galaksi tertua dan terjauh yang ditemukan teleskop Hubble 

Ilmuwan memperkirakan teleskop itu bisa digunakan 5 tahun lagi.


Astronom meyakini teleskop raksasa, Colossus, bisa menjadi terobosan baru dalam upaya mencari kehidupan di luar bumi. Teleskop itu akan menangkap panas yang dihasilkan oleh kehidupan luar bumi. 

Dilansir Dailymail, Selasa 11 Juni 2013, Colossus berukuran 259 kaki dan aperture-nya (bukaan lensa) dua kali lebih baik dibandingkan lensa teleskop yang sudah ada.

Ilmuwan yang terlibat dalam proyek yang didanai secara swasta itu berharap Colossus mampu menangkap wilayah atau tanda-tanda lain dari kehidupan makhluk asing di planet yang berjarak hingga 70 tahun cahaya dari Bumi.

Colossus diperkirakan menghabiskan dana US$ 1 miliar, setara Rp9,8 triliun, dan akan dibuat oleh Konsorsium Colossus di Baja California, Meksiko, wilayah dekat National University of Mexico, Ensenada,yang merupakan mitra dalam proyek itu.

Jika rencana dan dukungan dana berjalan lancar, teleskop super ini tidak lama lagi bisa difungsikan.
 
"Jika ada investor, kita bisa memiliki teleskop ini dalam waktu lima tahun," kata Jeff Kuhn, tim perancang Colossus yang juga astronom University of Hawaii Institute for Astronomy.

Agar bisa menekan biaya, teleskop akan menggunakan teknologi cermin tipis.
 
Panas jadi kunci

Kuhn menambahkan teleskop itu bisa mendeteksi panas lokal yang akan menandai kehidupan di luar bumi. Cara ini seperti mendeteksi energi yang dilepaskan di daerah perkotaan di Bumi.

"Asumsi yang kami buat yaitu peradaban kehidupan luar bumi akan mengumpulkan panas. Itu memang tidak akan secara seragam didistribusikan kehidupan di luar bumi," Kuhn menjelaskan.

Astronom sejauh ini belum pernah mendapati adanya tanda-tanda pasti kehidupan asing di luar angkasa meski pencarian telah dilakukan beberapa dekade.

Astronom umumnya telah mendengar adanya sinyal yang dikirimkan oleh kehidupan di luar bumi. Namun hal itu masih sangat tergantung pada kemampuan manusia dalam menafsirkannya.

Fisikawan Stephen Hawking juga telah memperingatkan tentang potensi adanya kehidupan di luar bumi yang berpotensi memusuhi manusia. 

Selasa, 11 Juni 2013

FOTO: Fitur-Fitur Apple iOS 7



 Apple resmi mengumumkan sistem operasi terbaru, iOS 7 pada ajang Worldwide Developer Conference (WWDC) yang digelar semalam, waktu setempat.

TheVerge melansir, 11 Juni 2013, CEO Apple Tim Cook mengatakan, iOS7 merupakan perubahan terbesar platform besutan Apple itu.

Wujud desain baru iOS 7 terbukti pada bentuk, ikon datar, font yang lebih tipis, serta fungsi slide to unlock dan panel kontrol baru.

Stock Apps semuanya telah dirancang ulang, termasuk perubahan utama aplikasi cuaca dengan animasi baru yang mengingatkan pada aplikasi grafis cuaca besutan Yahoo dan Android.

Kepala Desain Apple, Jony Ive, mengatakan ikon baru menunjukkan pilihan warna yang lebih kaya. Sebelumnya, ikon tebal, warna utama tua, sekarang diganti corak dan nada modern.

Desain datar sangat menonjol pada iOS 7, semuanya datar mulai dari tombol switch sampai aplikasi pada browser.

Apple juga mengatakan, desain baru itu membuat ponsel tampak lebih besar karena tiap aplikasi membuat penggunaan layar, jadi lebih baik.

Aplikasi Calender, Phone Message, Game Center hadir dengan suguhan jernih dengan tata letak datar.

Bar sinyal yang terdapat pojok di kiri atas pun turut ganti muka dengan serangkaian tampilan titik-titik.

Perubahan lain, aplikasi built-in baru semuanya berbasis geser dan navigasi berbasis gestur. Folder pada iOS 7 kini dapat mendukung ratusan aplikasi, yang mana pada versi sebelumnya hanya terbatas 12 sampai 16 aplikasi.

Notification Center juga telah dirancang ulang. Pengguna dapat melihat notifikasi dengan kontrol yang lebih baik, memungkinkan pengguna melihat Notification Center dari layar yang terkunci.

Kemajuan Fitur

Pada Control Center, Apple memberikan akses cepat agar pengguna dapat mengakses musik, Wi-Fi, mode pesawat, kecerahan dan lainnya.

Multitasking juga telah ditingkatkan hingga tak terbatas pada aplikasi tertentu atau Stock Apps seperti dalam versi sebelumnya.

Browser Safari juga ditingkatkan jadi satu layar penuh, navigasi juga berbasis gestur dan antarmuka yang sama dengan browser Chrome pada iOS dan Android.

Bar pencarian Safari dihilangkan, pengguna dapat menjalankan pencarian langsung dari kolom Web atau URL.

Fitur baru AirDrop menjadi jawaban Apple dalam kebutuhan berbagi konten antar pengguna iOS. Fitur ini berjalan pada iPhone 5, generasi kelima iPod touch, iPad generasi 4 dan iPad Mini.

Pada aplikasi pencarian suara Siri, pengguna kini diberikan opsi suara perempuan atau laki-laki, sesuai selera, lebih fleksibel. Fitur Siri juga dapat mengendalikan Bluetooth, kecerahan, serta memutar ulang pesan voicemail.

Satu fitur yang tak kalah menarik adalah iOS in the car. Fasilitas ini memungkinkan platform iOS tertanam pada dashboard di sejumlah mobil tahun 2014 nanti.

Melalui fitur ini, pengguna dapat mengendalikan sistem, mencari tempat, memainkan musik, sampai panduan untuk melihat arah laju mobil, tentu dengan dukungan integrasi fitur Siri.

Berikut tampilan Apple iOS 7, dilansir dari website resmi Apple:

















sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/419901-foto--fitur-fitur-apple-ios-7